Socfindo Logo

Penelitian dan Pengembangan

Saat ini Socfindo Seed Production and Laboratories (SSPL) memimpin Penelitian dan Pengembangan Perusahaan dan merupakan kekuatan pendorong di balik usaha yang terus menerus menghasilkan produk dan kualitas yang unggul serta meningkatkan keberlanjutan bisnis perkebunan kelapa sawitnya.

Research and Development
4 Pillars

Divisi Penelitian dan Pengembangan SSPL berfokus pada 4 pilar, yang terdiri dari:

  1. Program penelitian dalam pemuliaan tanaman dan genetika,
  2. Pengembangan laboratorium analitik kelas dunia untuk menyediakan sarana pengujian dan analisis eksperimental yang penting untuk menilai keberhasilan eksperimen, percobaan dan intervensi,
  3. Pemeliharaan kesuburan tanah (Agronomi), dan
  4. Tindakan pengendalian hama & penyakit tanaman.

Laboratorium Kultur Jaringan

Sejak tahun 2015, laboratorium kultur jaringan Socfindo telah mengembangkan klon secara in-vitro untuk dua jenis tanaman, yaitu tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) dan karet (Hevea brasiliensis).

Untuk kelapa sawit, Socfindo mengkloning "elit" in-vitro melalui kolaborasi dengan lembaga penelitian Perancis CIRAD. Tujuan kami adalah untuk melindungi materi tanaman induk kami dan mampu mereproduksi secara efisien sumber genetik yang terbaik. Teknik ini juga membantu pemulia tanaman kami untuk melestarikan tanaman induk yang tahan terhadap Ganoderma, untuk menghubungkan uji coba dari generasi ke generasi. Sejauh ini kegiatan kami telah berhasil mengkloning kelapa sawit yang saat ini kami sedang dalam proses pengujian dan pengamatan di lapangan.

Adapun untuk tanaman karet, melalui kolaborasi dengan University of Ghent, kami mencari klon dengan sifat tertentu, meniadakan pekerjaan okulasi dan meningkatkan potensi lateks. Salah satu tujuan kami adalah untuk meremajakan klon secara in vitro dengan beberapa karakteristik yang berubah oleh waktu. Sejauh ini, kami percaya sebagai perusahaan pertama di Indonesia, kami telah berhasil mengkloning beberapa klon karet dan sedang kami uji dalam uji coba perbandingan.

Tissue Culture Laboratory

Laboratorium DNA

Laboratorium ini didirikan pada tahun 2013 dengan tujuan khusus untuk membantu pemulia tanaman di Socfindo dalam mengembangkan varietas unggul, serta melakukan pengecekan identitas (ID checking) tanaman induk dan materi keturunannya (progeny).

Saat ini, laboratorium DNA Socfindo, juga dikenal sebagai laboratorium bio-molekuler, telah melegitimasi lebih dari 25.000 pohon induk kelapa sawit, termasuk kelapa sawit Dura, Tenera dan Pisifera, menggunakan teknologi elektroforesis kapiler.

Laboratorium DNA Socfindo juga mempelopori penelitian dalam sifat-sifat kelapa sawit melalui seleksi molekuler (Marker Assisted Selection/MAS) yang berhubungan dengan resistensi Ganoderma, gen cangkang dan karakteristik lipase rendah (low lipase). Melalui teknik ini, kami juga dapat memverifikasi dan mengkonfirmasi status kemurniaan klon yang dimiliki terhadap penciri identitas klon tertentu.

DNA Laboratory

Laboratorium Patologi

Pada tahun 2000, bekerja sama dengan lembaga penelitian Perancis CIRAD, Socfindo memprakarsai program pemuliaan jangka panjang khusus untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan jamur Ganoderma.

Dengan metode standar, laboratorium patologi melakukan tes penyaringan awal bahan genetik sawit Socfindo untuk mendapatkan tanaman yang memiliki toleransi Ganoderma. Setiap tahun lebih dari 1.200 penyilangan disaring di laboratorium ini.

Selain screening test, laboratorium patologi juga melakukan koleksi dan konservasi berbagai strain Ganoderma dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Koleksi dan konservasi tersebut kemudian diuji sifat agresifnya guna menentukan tingkat keganasan dari setiap strain yang dikoleksi.

Laboratorium patologi berperan dalam melepaskan varietas DxP MT Gano kami pada tahun 2013.

Pathology Laboratory

Pencapaian Kami

  • Produktivitas Tinggi

    Produktivitas Tinggi

    Siklus seleksi kami sejak tahun 1970 telah memungkinkan Socfindo untuk secara konsisten mengembangkan dan menawarkan bahan tanam yang dikembangkan, memberikan hasil yang lebih tinggi pada setiap siklus. Varietas kami saat ini dapat mencapai rata-rata 30 ton per Ha sementara 40 ton per Ha bukan hal yang luar biasa ketika kondisi optimal di perkebunan komersial terpenuhi.

  • Pertumbuhan Vertikal lebih lambat

    Pertumbuhan Vertikal lebih lambat

    Pertumbuhan Vertikal yang lebih lambat (40-50 cm / tahun) dibandingkan benih lain (yang memiliki pertumbuhan vertikal 70-90 cm / tahun). Pertumbuhan yang lebih lambat memungkinkan masa panen yang lebih lama. Benih Socfindo telah diverifikasi untuk hasil panen tinggi melebihi 25 tahun (dibandingkan dengan benih lain yang hanya dapat dipanen selama 15 hingga 18 tahun). Ini berarti satu kelapa sawit dapat menghasilkan secara produktif lebih lama dan memperpanjang masa penanaman kembali, yang bermanfaat signifikan baik secara ekonomi dan berkelanjutan.

  • Toleran terhadap Ganoderma dan Fusarium

    Toleran terhadap Ganoderma dan Fusarium

    Socfindo adalah perusahaan pertama yang memproduksi benih kelapa sawit komersial yang toleran terhadap Ganoderma, dan telah menjadi tolok ukur dan pemimpin pasar untuk benih kelapa sawit yang toleran Ganoderma. Sejak dirilis, lebih dari 13 juta DxP MT Gano telah dijual di pasar domestik maupun internasional. Untuk kondisi Afrika, kami dapat menawarkan benih yang memiliki toleransi tinggi terhadap Fusarium.

  • Toleran terhadap Iklim

    Toleran terhadap Iklim

    Benih kelapa sawit kami menghasilkan tandan banyak per tahunnya, atau lebih beradaptasi terhadap daerah dan kondisi iklim marginal, khususnya kondisi defisit air. Ini sangat penting karena dampak perubahan iklim sangat dirasakan dan kondisi cuaca yang tidak menentu sudah menjadi hal yang biasa.

Research & Development - PT Socfin Indonesia