Bagaimana Socfindo melakukan Penyeleksiannya
Seleksi Massal
Kebun percobaan genetik pertama dibuka di Bangun Bandar pada tahun 1933, dimana tim peneliti mempraktikkan metode seleksi hingga tahun 1970 yang dikenal sebagai seleksi massa dan seleksi keluarga. Pada tahun 1939, penemuan warisan Mendel tentang ketebalan kulit buah oleh Beinart dan Vanderweyn (Ineac), memungkinkan peningkatan hasil lebih dari 20%. Ketika varietas kelapa sawit Dura disilangkan dengan varietas kelapa sawit Pisifera, menghasilkan 100% varietas kelapa sawit Tenera, dengan cangkang tipis dan jumlah mesocarp yang lebih tinggi.
Seleksi Berulang Timbal-balik (Reciprocal Recurrent Selection/RSS)
Pada tahun 1970, Socfindo bekerja sama dengan Institut Perancis IRHO (Institut de Recherches pour les Huiles et Oléagineux) mulai mengembangkan program pemuliaan kelapa sawit dengan menggunakan metode RRS (Reciprocal Recurrent Selection) dimana dua kelompok utama pohon kelapa sawit dari asal yang berbeda disilangkan: Kelompok A (Dura) dengan varietas kelapa sawit yang berasal dari Asia dan kelompok B (Tenera dan Pisifera) dengan varietas kelapa sawit yang berasal dari Afrika. Setiap siklus memungkinkan pemilihan persilangan terbaik dan telah memperlihatkan peningkatan pada rerata ekstraksi minyak dan hasil TBS per hektar.
Program saat ini
Saat ini, program pemuliaan Socfindo telah memasuki siklus ketiga dalam menggabungkan kembali progeni terbaik menggunakan Reciprocal Recurrent Selection.
Pengembangan pemuliaan kami telah disusun dalam bagan di bawah ini.